RajaVPS lahir dari pengalaman berulang kali mengurus pengajuan production access, unblock port, dan kenaikan quota AWS untuk berbagai proyek — dan menyadari banyak bisnis kecil-menengah di Indonesia kesulitan melakukannya sendiri.
Banyak pengajuan AWS Support ditolak bukan karena use-case-nya tidak sah, tapi karena cara penyampaiannya tidak sesuai dengan apa yang dicari tim reviewer AWS. Dokumen yang terlalu singkat, tidak ada rencana mitigasi risiko, atau volume yang tidak masuk akal — semua ini bisa diperbaiki dengan pendekatan yang tepat.
RajaVPS berfokus secara khusus pada tiga jenis pengajuan ini, alih-alih menjadi generalis konsultan cloud. Fokus ini memungkinkan kami memahami pola penolakan dan persetujuan AWS Support secara lebih mendalam dari waktu ke waktu — sesuatu yang terus kami asah sejak kasus pertama kami di tahun 2019.
Kami beroperasi sepenuhnya online/remote, melayani klien dari berbagai kota di Indonesia dan mancanegara. Komunikasi dilakukan melalui Microsoft Teams/email, WhatsApp, dan Telegram — kanal yang sudah biasa digunakan tim teknis maupun non-teknis di Indonesia.
Kami tidak menjanjikan kepastian 100% karena keputusan akhir ada di tangan AWS. Yang kami jamin adalah kualitas dokumen dan pendampingan proses.
Kami tidak pernah meminta atau menyimpan kredensial akun AWS. Informasi yang Anda berikan hanya digunakan untuk menyusun dokumen pengajuan.
Kami sengaja tidak menjadi konsultan cloud serba bisa, agar bisa terus memperdalam pemahaman pada SES, port 25, dan service quota EC2.
Kami senang menjawab pertanyaan seputar bagaimana kami bekerja sebelum Anda memutuskan menggunakan jasa kami.